Felly Kuperhatikan pantulan siluetku di cermin. Mata merah bengkak, juga wajah pucat. Sungguh sangat mengerikan dan memprihatinkan. Semalam setelah Reza menemuiku, aku langsung berlari menuju kamar membanting pintu dengan cukup keras, dan menangis sejadi-jadinya di balik pintu. Rasa kecewa akan sosoknya masih belum bisa hilang meskipun dia sudah berucap kata maaf. Tapi toh dia belum menjelaskan alasan kenapa dia bisa sampai tidak menghadiri acara launching kemarin. Semalam dia mencoba untuk menjelaskannya tapi aku memilih untuk menghindar. Aku hanya belum siap mendengar alasannya. Alasan yang mungkin akan membuat hatiku bertambah nyeri. Dan hari ini sesuai janjiku kemarin. Kini aku sudah siap dengan setelan blouse yang ditutup blazer berwarna coklat tua dengan rok hitam span selutut.

