Part 9

1500 Words

Aku menghela napas sejenak, mencoba tenang untuk menghadapi apapun yang akan terjadi nanti. Satu hal yang sudah jelas Felly kecewa dan marah. "Bodoh lo Reza. Sudah pasti dia kecewa dan marah sama lo. Dia nungguin lo datang dan lo malah bersenang-senang. Tunangan macam apa sih lo?!" Dewa batinku memprotes. Aku menjambak rambutku frustasi. Kenapa bisa seceroboh begini sih? Kenapa bisa sampai lupa acara penting tunanganku sendiri. "s**t! Kenapa harus macet di saat genting seperti ini," umpatku kesal. Kupukulkan kepalaku pada stir mobil hingga menimbulkan suara bising yang begitu kentara di tengah kemacetan. Tak peduli dengan teriakan pengemudi lain yang merasa terganggu. Aku hanya ingin cepat sampai di gedung tempat launching. Mataku berkeliling ketika sampai di dalam gedung. Tak nampak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD