Part 24

1595 Words

Felly Cahaya lampu langsung menyambutku ketika aku terbangun. Menatap getir punggung tangan yang tertusuk jarum infus lagi. Dua kali dalam seminggu ini aku harus bertemu dengan ranjang rumah sakit dan selang infus. Jam di dinding bagian atas pintu menunjukkan pukul lima sore. Cukup lama ternyata aku tak sadarkan diri. Seingatku tadi siang perutku bergejolak hebat merasakan sakit yang luar biasa sampai aku tak bisa menahannya lagi. "Bayiku." Aku terhenyak saat teringat sesuatu. Apa kandunganku baik-baik saja? Pintu kamar inapku terbuka perlahan, menampakkan wajah paruh baya milik Bi Irah-Asisten Rumah Tangga keluargaku berseri dan lega ketika melihatku yang sudah sadar. Dia lantas menghampiriku. "Non," panggilnya pelan. "Alhamdulillah, Non, teh udah sadar?" Aku mengangguk pelan. "Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD