KEJUTAN

1179 Words

“Aku akan menyimpan yang lainnya untuk nanti. Jika waktunya tepat, Sayang.” Gavin mengecup kening Bilven dan menutupi tubuh setengah telanjangnya dengan selimut. Bilven meredakan napasnya yang berkejaran sedari tadi. Kepalanya terasa masih belum kembali ke tempatnya di awang-awang. Rasanya begitu luar biasa dan membuatnya tak ingin lepas. Rasanya membuat dia menginginkan lagi dan lagi semua sentuhan dan kecupan Gavin di tubuhnya. Ketika napasnya mereda, dia bangkit untuk duduk sambil memegangi selimut di dadanya agar tak merosot. “Maafkan aku, Gavin. Aku jadi malu sendiri.” “Kenapa malu?” “Aku merasa seperti bitchy. Kegatelan merayu kamu. Aku nggak bisa menguasai diri.” “Hei, apa kamu pikir aku bisa menahannya tadi? Aku hampir nggak bisa nahan Bilven! Aku menginginkan kamu begitu bes

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD