Kenapa mengerti tentangmu itu mudah, namun membuatmu mengerti tentangku itu sangat sulit. "Kenapa?" tanya Jingga setelah menjawab salam dari seseorang dibalik telponnya. Setelah bangun tidur dan menyuci mukanya, Senja menelpon. "Gue yang tanya, kenapa lo pergi kemarin?" "Ya gue gak mau ganggu aja." "Apasih lo. Kenapa lo jadi sensi gitu sama Bintang." 'Bukan itu. Bukan bermaksud sensi. Tapi ini masalah..., ah sudahlah. Kalo pun aku menjelaskannya kamu tidak akan pernah mengerti, Sen.' Ucap Jingga dalam hatinya. "Suka suka gue dong. Lo mau marah sama gue? Marah aja." "Jin, harusnya lo mengerti keadaan dia waktu itu. Bukannya malah lo bersikap seperti itu. Gue kayak gak kenal Jingga yang peduli dengan orang lain." ucap Senja. "Oh gitu? Yaudah gausah kenal aja. Bye." Tut tut tut. Dan

