Setelah Mama Elvi pergi, Jesyca pun tak tahan lagi, dia mengingat semua perjalanan berat dalam hidupnya. Dia pun menunduk dan menangis. Bima langsung melihat ke arah adik tirinya, pria itu rasanya benar-benar tidak tega pada Jesyca. Adik tirinya itu sudah banyak menderita sejak datang ke Kalimantan, sering kali dia melihat Mama Elvi berlaku tidak adil padanya. "Maafkan kelakuan ibuku ya," ucap Bima. Jesyca hanya menunduk dan menangis. Dia tentu memaafkan, tetapi perlakuan Mama Elvi selama ini, benar-benar sangat mengecewakan. Dan rasa kecewa itu, tak mudah dihilangkan semudah mengusap kata memaafkan. Bima pun menghela napasnya, lalu dia merangkul bahu Jesyca dan mengusapnya. "Kali ini aku tidak akan membiarkan Mama berlaku semena-mena padamu!" "Tenang saja Bang, kali ini aku tidak a

