67wp49

1645 Words

Aquila segera berlari ke kamar yang ada di ruangan itu karena Vincent menangis. Tadinya ia memijat pundak suaminya, sambil melihat pekerjaan yang dilakukan oleh sang suami. Setelah mengambil Vincent, Aquila menggendong putranya mendekati sang suami. Melihat Aquila datang bersama Vincent, Regan langsung beranjak dari kursi kebesarannya. Memeluk sang istri dari belakang sambil mengelus kepala putranya. Sekarang hidupnya sudah baik-baik saja, ia sudah mendapatkan kebahagiaan bersama Aquila dan putranya. "Sayang, aku mau kasih tau kamu sesuatu," ujar Regan pelan. Terdapat keraguan pada suaranya, membuat Aquila berbalik menatap wajah tampan suaminya. "Tentang apa?" Aquila menatap serius suaminya. "Sebenarnya, kedua orang tua sekretaris ku. Yang berusaha menyelamatkan Victoria, mereka memint

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD