Beberapa bulan berlalu, kini Aquila tengah asyik berinteraksi dengan balita cantik yang begitu sehat. Ia sangat suka dengan adik iparnya yang begitu lincah itu. "Sayang, tolong kasih susunya buat Giselle, ya," pinta Renatha. "Siap, Bunda," jawab Aquila penuh semangat. Sudah dua bulan ini Aquila dan Regan tinggal di rumah Renatha, karena permintaan Bara. Alasannya karena Regan akhir-akhir ini terlalu sibuk dengan urusan kantor. "Sshh, Bun, perut Aquila sakit," ringisnya. "Kayaknya udah waktunya kamu melahirkan deh, Nak. Bentar, Bunda panggil Ayah dulu, ya," kata Renatha berusaha tidak panik. "Yaah, Ayah! Aquila sakit perutnya, Yaah!" panggil Renatha. Klik. Bara keluar dari ruang kerjanya ketika mendengar sang istri memanggil. Ia berjalan mengikuti langkah Renatha menuju ruang tengah

