Sore ini Regan akan membawa sang istri ke pemakaman sang putri. Mereka akan pergi bersama Alichie dan juga Revan, tadinya Aquila menolak untuk pergi karena belum siap. Namun dengan dorongan Regan, akhirnya ia mau pergi menemui sang putri yang sudah beristirahat dengan tenang. Dengan dress panjang berwarna putih, Aquila duduk di atas kursi roda. Kepalanya tertunduk dalam, tubuhnya bergetar hebat karena bayangan kecelakaan satu tahun yang lalu. Tangisan Victoria yang selalu membangunkan dirinya di malam hari juga hadir dalam pikirannya. Perlahan suara Istakan terdengar cukup jelas, membuat Regan yang sedang mengancingkan bajunya menoleh pada sang istri. Wanita itu sedang menangis dalam diam, berusaha untuk tidak mengeluarkan suaranya agar Regan tak mendengarnya. Namun, rasa sakit di dadany

