Target Utama - 8

1383 Words
Seperti sebelumnya, hari ini Ann menemani Zack untuk pergi ke kantor. Ann menyuruh seseorang untuk memastikan keamanan kantor itu sebelum mereka sampai di sana. Saat ini, Ann berada di dalam mobil bersama Zack, berbeda dari sebelumnya, Zack berada di belakang kemudi menggantikan Ann. Wanita itu hanya menggelengkan kepala saat tahu jika Zack sedikit merubah sikap. “Apakan hari ini ada pertemuan di luar kantor?” tanya Ann ingin tahu. “Ya, makan malam bersama keluarga Gloria.” “Gloria? Apa dia salah satu wanita yang akan dijodohkan denganmu lagi?” “Sepertinya kau mulai paham dengan semua ini, ibuku selalu seperti ini. setiap kali ada yang ia jodohkan denganku, tidak berapa lama kemudian, wanita itu pasti akan berakhir dengan tragis,” jelas Zack. “Kasihan sekali mereka.” “Apa?” “Tidak … aku hanya kasihan saja.” Zack kembali fokus pada jalanan di hadapannya, hingga sampai di depan gedung yang menjulang tinggi. Zack meletakkan mobilnya di basement, lantai di mana ruang kerjanya berada. Tentu saja hal itu membuat Ann sedikit terkejut. Kenapa sebelumnya tidak seperti ini saja? “Kenapa kau tidak mengatakan jika ada tempat parkir mobil di sini?” tanya Ann kesal. “Kau tidak bertanya.” Zack segera keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju sebuah pintu yang menghubungkan antara tempat parkir itu dengan tangga darurat. Saat sampai di tangga darurat, Zack kembali membuka pintu lain di sisi lain area itu. “Dasar pria menyebalkan!” gerutu Ann. Ann sudah memastikan jika ruang kerja Zack telah selesai di renovasi dan di ganti seluruh kaca juga terpasang CCTV yang tidak Zack ketahui. Ann melakukan banyak hal tanpa sepengetahuan pria itu, karena jika ia mengatakannya, penolakan pasti akan keluar dari mulutnya. “Baiklah, aku akan meeting di ruang VIP. Kau bisa menunggu di dalam sana, tetapi jangan menarik perhatian.” “Apa maksudmu? Aku menarik perhatian? Apa kau kira aku ini w************n?” “Tidak, tetapi wajahmu sebaiknya kau tutup menggunakan masker ini.” “Apa? Dasar pria menyebalkan! Aku tidak mau!” Ann berjalan melewati Zack dan menunggu pria itu di depan ruang VIP. Saat para tamu berdatangan, Ann kembali melihat seorang dari Balthazar di sana. Kali ini bukanlah Aimar, tetapi seorang bawahan yang selalu menggantikan pekerjaan pria itu. “Kenapa kau selalu saja mendatangkan mereka kemari?” tanya Ann. “Karena mereka memiliki saham di perusahaan ini,” jawab Zack. “Kau memang tidak berbakat menjadi penerus keluarga Vergard.” “Apa yang kau katakan?” “Tidak ada, para tamu sudah menunggu di dalam, cepat masuk!” “Kau!” Zack berjalan memasuki ruangan itu. semua orang nampak siap mendengarkan beberpa pekerjaan yang sudah dilakukan Zack, dan mereka juga akan menawarkan beberapa tender besar untuk Zack jalankan. Ya, keluarga Vergard tidak perlu mencari tender untuk mereka jalankan, karena semua perusahaan besar akan mencari mereka untuk menjalankan tender itu. Ann kini berdiri di sudut ruangan, dengan mata yang selalu mengawasi orang-orang di sana. Meeting kali ini berjalan lancar tanpa adanya kerusuhan. Sepertinya target dari Balthazar bukanlah temapt ini. karena itu Aimar tidak hadir di sana. Setelah semua orang pergi dari perusahaan milik Zack. Ann dan Zack kembali ke dalam ruang kerja. Kali ini Zack sedang sibuk dengan menandatangani beberapa dokumen dan berkas penting. Zack juga harus menghubungi seseorang untuk memastikan semua pekerjaannya berjalan dengan baik. Orang yang memang jarang berada di kantor itu. Ya, seorang yang dipercaya Zack tidak akan berada di dalam kantor lebih lama, karena ia harus menemui banyak orang penting di Negara itu. “Bagaimana kondisimu?” tanya Zack dari telepon. “Aku baik, masih hidup, masih bernapas, dan tentu saja … jantungku masih berdetak,” jawab pria itu. “Ada tugas baru, apa kau bisa menahan seseorang?” “Hmm, siapa?” “Salah satu perusahaan kecil ingin bekerja sama dengan kita, aku mengenali siapa yang menjadi pemimpin di sana.” “Siapa?” “Gloria, apa kau bisa menahannya agar tidak datang pada acara makan malam hari ini?” “Kau gila? Kenapa kau selalu memanfaatkan ketampananku untuk menghalangi calon tunanganmu?” “kau terlalu percaya diri, dan aku membenci hal itu. Jelas aku lebih tampan darimu, Vin.” “Baiklah … aku akan berusaha.” “Aku tidak mau ia datang! Karena perusahaan miliknya tersokong dana dari Balthazar.” “Hmm, menarik. Apa ia orang suruhan mereka?” “Sepertinya begitu.” “Baiklah, aku akan mencari tahu tentang hal ini.” Setelah itu, sambungan telepon terputus, dan Zack kembali menatap layar laptop di atas meja kerja miliknya. Ia juga melihat Ann yang hanya duduk sembari membaca beberapa majalah lama di sofa yang ada di sana. “Kau!” panggil Zack. “Perlu aku ingatkan lagi, namaku Ann, Tuan Zack.” “Ann, apa kau bisa membuatkan aku secangkir kopi panas?” “Apa kini tugasku menjadi turun pangkat?” “Ayolah! Aku melakukannya agar kau tidak bosan duduk di sana.” Ann beranjak dari tempatnya, ia meletakkan mejalah itu di atas meja lalu berjalan keluar dari ruangan Zack. Ann menuju ke sebuah ruangan kecil tempat para karyawan membuat minuman dan juga mengambil beberapa camilan yang sudah tersedia di sana. Saat itu, Ann tengah berpapasan dengan seorang karyawan dari bagian IT. Pria itu terlihat tertarik dengan Ann yang sedang membuat kopi untuk Zack. “Apa kau asisten baru Tuan Vergard?” tanya Pria itu. “Apa wajahku terlihat seperti seorang asisten?” “Hmm, kau lebih pantas menjadi seorang sekertaris, Nona.” “Anggap saja seperti itu.” “Tetapi … Tuan Vergard sudah memilikinya, jadi … siapa kau ini?” “Aku penjaga Tuan Vergard.” “Bodyguard? Kau serius? Jangan bercanda denganku. Atau mungkin kau ini, wanita pemuas pria?” Baru saja pria itu selesai dengan ucapannya, tetapi sebuah senjata sudah menempel di kepala pria itu. dengan menelan ludahnya kasar, pria itu nampak takut jika Ann akan manarik pelatuknya. “Ba-baiklah … a-aku minta ma-maaf. Turunkan senjata itu dari kepalaku, Nona.” Ann menurunkan senjatanya, lalu membawa secangkir kopi di tangannya dan keluar dari sana. Sampai di ruangan Zack. Ann memberikan minuman itu pada Zack, lalu ia kembali duduk dan melanjutkan bacaannya. “Apa kau tidak bosan di sana?” tanya Zack. “Tidak.” “Apa yang kau lakukan?” “Kau punya mata yang bisa melihat aku sedang apa saat ini.” “Kenapa kau begitu?” “Apa?” “Kau … sedikit bersikap dingin padaku.” “Bukankah ini yang kau lakukan padaku? Maka aku juga malakukannya.” Zack berdiri dari tempatnya dan berjalan mendekati Ann. Pria itu duduk tepat di samping Ann , dan membuat wanita itu menggeser posisinya. Zack menahan gerakan Ann dengan menarik pinggangnya, hingga tubuh mereka berhadapan. “Apa yang kau lakukan? Lepaskan aku!” protes Ann. Zack tersenyum saat melihat ada ketakutan di wajah Ann. Sepertinya wanita itu memiliki kelemahan kecil yang tidak akan terlihat oleh pria lain. “Apa kau … takut jika aku melakukan sesuatu?” tanya Zack. “Kenapa aku harus takut, aku bisa dengan mudah menembakmu saat ini.” “Benarkah? Lakukan!” “Hei, lepaskan aku! Kau terlalu dekat!” Zack semakin mendekatkan tubuh mereka hingga tidak ada lagi jarak diantara keduanya. Tiba-tiba saja Zack mencium bibir Ann dengan lembut. Saat itu juga Ann mendorong tubuh Zack dengan sekuat tenaga, hingga ciuman itu terlepas. “Pria gila! Kau memang sangat menyebalkan, beraninya kau menciumku!” Ann berdiri dan keluar dari ruang kerja Zack. Ia menuju ke tangga darurat untuk menenangkan diri. Duduk di sana seorang diri akan membuat Ann berpikir jernih. Saat itu juga seseorang berbicara dengannya melalui earpiece. “Kau baik-baik saja?” “Ya.” “Apa yang kau lakukan di sana? Apa seseorang menyakitimu?” “Tidak. Aku hanya sedang mengatur strategi.” “Baiklah. Jangan berlama-lama di sana. Seseorang sedang mengintai Zack dari gedung sebelah.” “Apa?” Ann segera beranjak dari tempatnya dan berlari masuk ke dalam ruangan Zack. Seseorang sudah membidik tepat pada tubuh Zack, dan saat itu juga Ann masuk lalu melindungi tubuh Zack. JLEB “Argh!” keluh Ann saat punggungnya tertembak. “Apa yang –“ “Bodoh!” Ann tidak sadarkan diri di dalam pelukan Zack, darah sudah keluar cukup banyak dari balik pakaian latek yang Ann kenakan. “Hei … bertahanlah! Aku akan membawamu ke rumah sakit!” ujar Zack dengan menggendong tubuh Ann.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD