"Anne, Sanjaya ..." Zee menoleh ke arah lain dan berpura-pura melihat baju yang ada di gerai toko di sampingnya, tidak ingin menatap wajah anaknya langsung. "... sudah bertemu dengan kamu lagi?" lanjutnya. Setelah makan bersama itu, Zee mengajak Anne untuk datang ke pusat perbelanjaan di kota, tidak jauh dari letak restoran tadi. Zee ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan putrinya, mengingat Anne sering sekali menghindarinya akhir-akhir ini. Anne mengeryitkan dahinya samar ketika ibunya menanyakan hal itu. Lalu, dia menggeleng. "Belum, Mama. Memangnya kenapa? Sanjaya menanyakan aku?" Oke. Anne terlalu percaya diri, dan pertanyaannya itu membuat ibunya menoleh padanya sambil tersenyum miring. "Kamu ingin Sanjaya menanyakan kamu?" goda Zee yang membuat Anne memutar bola matanya. "Ti

