PROTOKOL REKONSTRUKSI

1856 Words

Tempat ini tidak terlihat seperti pusat pelatihan aktris papan atas. Saat Hanaelle melewati pintu sensor ganda di lobi utama, ia justru merasa sedang memasuki fasilitas penelitian medis tingkat tinggi. Lantainya terbuat dari marmer putih tanpa sambungan, dindingnya dicat dengan warna abu-abu pucat, dan pencahayaannya berasal dari panel LED yang tertanam rata di plafon, memberikan sinar yang tidak menyisakan satu pun sudut gelap. Beberapa staf berseragam putih bersih—tanpa atribut nama atau jabatan—berdiri di sepanjang koridor. Mereka membungkuk serentak saat rombongan Rosalind lewat, lalu kembali ke posisi tegak dengan mata yang menatap lurus ke depan. Tidak ada senyum, sapaan hangat. Hanya ada keheningan yang dipaksakan. “Selamat datang di lingkungan kerja barumu, Hanaelle,” suara Rosal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD