Yasmine berjalan menuju toko perhiasan dengan perasaan kecewa. Hatinya masih berat untuk meninggalkan toko tas di belakangnya. Namun mau bagaimana lagi, meski dia tetap memaksa masuk pun hasilnya akan sama saja. Dia tidak punya uang sebanyak itu, lalu dengan apa dia akan membelinya? Mereka sampai di toko perhiasan yang dimaksud Damar. Begitu masuk, mereka langsung disambut oleh para pegawai berjas disana. Damar berbincang dengan pegawai disana, sedangkan Yasmine lebih memilih untuk duduk di sofa yang tak jauh dari sana. Jadi seperti inikah kehidupan Damar? Laki-laki itu hidup dengan bergelimang harta. Entah Yasmine harus senang atau sedih. Jika itu wanita lain, mungkin mereka akan senang. Wanita mana yang tidak senang memiliki suami kaya raya? Namun Yasmine merasa ada yang aneh di hati

