28. Apartemen Lila

1097 Words

Yasmine terbangun dengan kepala yang pusing. Dia membuka matanya perlahan dan menyadari bahwa sekarang dia tidak sedang berada di ruangannya. Namun ruangan ini tidak terlalu asing baginya. Dia mendudukkan dirinya perlahan dan memijat kepalanya pelan mencoba mengurangi pusing yang mendera. Saat itulah dia menyadari ada selimut yang menutupi sebagian tubuhnya dan dia tau itu milik Lila―sahabatnya. Dia ingat bahwa pagi tadi dia meminta mampir kemari untuk menenangkan dirinya sebentar. Dia menangis terlalu lama sehingga membuatnya kelelahan dan kemudian tertidur. Kepalanya yang sakit saat ini mungkin juga karena efek terlalu banyak menangis. Ini pertama kalinya Yasmine menangis seperti orang gila, dia jadi malu untuk berhadapan dengan Lila. Dilihatnya jam dinding di ruangan itu yang kini sud

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD