DDD 18 Kenyataan sepahit apapun terasa lebih baik daripada setumpuk dusta putih ♥ Javier melangkahkan kakinya menuju pintu depan. Namun langkahnya terhenti dan ia berdiri terpaku menatap seorang wanita yang kini berdiri di depannya. Setelah sembilan tahun berlalu wanita itu kembali berdiri di teras rumahnya. Rasanya seperti dejavu, dahulu kala wanita itu juga menunggu kedatangannya di teras rumah cuma bedanya kali ini mereka berada di teras rumah Javier dan pria itu tidak membawa buket bunga. “Lihat siapa yang datang? Kamu ke mana saja setelah kepergok tidur dengan selingkuhanmu?” Pertanyaan bernada dingin langsung ditujukan kepada Alisya. “Kamu masih marah, bahkan setelah hampir sembilan tahun berlalu?” tanya Alisya dengan raut wajah sedih. Javier tersenyum tipis sangat tampan tetap

