Tiga Puluh Dua

656 Words

    Setelah selesai mengambil barang dari indekos Winda, Jihan dan Winda kemudian pergi berbelanja kebutuhan dapur. Rencananya Jihan akan membuatkan bekal untuk Pandu. Membuka pagar rumah yang sudah ditempatinya selama seminggu belakangan–bersama Pandu tentunya, kemudian membuka pintu utama yang tidak dikunci, diikuti oleh Winda, Jihan kemudian meletakkan barang belanjaannya didapur.     Meletakkan segelas air putih diatas meja ruang tamu, kemudian memasrahkannya pada Winda, "Ini minum dulu, aku mau ke kamar dulu, mau lihat Mas Pandu." setelahnya dia berlalu ke kamar setelah mendapat anggukan dari Winda.     Membuka pintu kamar, Jihan melihat Pandu yang tidur bertelanjang d**a–kebiasaannya saat tidur sambil memeluk guling. Mengguncang-guncang pelan bahu Pandu sambil memanggil nama suamin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD