S e n i n : Entah kenapa kata itu selalu memiliki efek bagi tiap orangnya. Dan hal itu berlaku juga bagi Jihan. Baginya membangun mood dihari senin itu sulit. Terlebih bila setumpuk berkas menanti dan tugas minggu lalu masih menghantui. Ditambah lagi semalam Pandu memberi tahu dirinya bahwa jadwal shiftnya berganti tiap enam hari. Enam hari shift malam, satu hari libur, dan enam hari shift siang. Begitu seterusnya. Ditambah lagi ada beberapa kali jadwal mengabdi selama setahun. "Permisi." suara lembut seorang wanita terdengar dari ambang pintu. "Iya, ada yang bisa dibantu Teh Mila?" jawab Dito cepat, setelah mendorong kursinya hingga menimbulkan suara berisik. "Mbak Jihannya ada?" mendengar namanya dipanggil oleh perempuan bernama Mila membuat Jihan menoleh. "Ada apa, Teh?"

