Suara Didi Kempot mengalun dalam mobil hitam itu. Pelakunya adalah Jihan, 15 menit yang lalu memaksa Pandu untuk menyetel lagu itu dari flashdisk yang sudah dibawanya. Sesuai janji Pandu, sabtu ini mereka sedang menyusuri jalanan ibu kota. "Ganti Han! Mas gak paham." ucap Pandu setengah kesal. Hanya setengah. Karena sekarang istrinya yang sedang memakai kerudung coklat muda itu tengah menatap tengil padanya. "Dengerin aja deh, Mas. Bagus kok lagunya." kata Jihan sambil menyajikan senyum jahil diwajahnya. Kontan Pandu mendengkus melihat itu. Istrinya ikut menyanyikan lagu itu dengan fasih. Sedang dirinya hanya tau beberapa kata saja. "Sewu kuto wes tak liwati Sewu ati tak takoni Nanging kabeh podho ra ngerteni Lungamu nang ngendi Pirang taun Angg

