Jihan sedang suntuk dikantornya. Bukan karena tidak ada kerjaan, namun dia benar-benar tidak ada niat untuk mengerjakannya. Aris, Dito, dan Winda sedang pergi kelapangan untuk lima hari. Jadi di ruangannya hanya ada dirinya dan Dewi, juga seorang anak kuliahan yang sedang PKL. "Mbak Dew." Panggil Jihan. "Apa dek?" Tanya Dewi. "Bang Aris punya mantan?" "Ada, kenapa?" "Masih suka ketemuan atau ada komunikasi?" "Setahu mbak sih udah nggak. Kenapa?" "Gak apa sih mbak, survei aja." "Aneh kamu. Itu handphone dari tadi getar terus, dilihat kenapa?" Mas Pandu is calling Jihan tidak berniat mengangkatnya, hanya merubah mode nadphonenya menjadi mode senyap. Entah kenapa meskipun Pandu belum tentu bersalah, tapi Jihan sudah merasa kesal dengan pria itu.

