"Mbak, mana oleh-oleh dari Semarang?" Tanya Dito saat melihat Jihan sedang membuat segelas teh hijau. Sebelum Jihan pulang ke Semarang, dia memang menyempatkan diri untuk masuk kantor dan mengurus beberapa hal, termasuk cuti untuk pulang dan cuti pernikahannya nanti. Untungnya dia masih ada cuti sebelas hari yang akan dimaksimalkannya saat ini. "Ada di paper bag, ambil satu, isinya sama semua." Jawab Jihan. "Mana pesanan cokelatku?" lanjut Jihan sambil menyesap teh miliknya. "Ada kok, didalam tas." Ucap Dito lesu, mengingat betapa sukanya Dito pada cokelat. Dia terpaksa memberikan cokelat itu pada Jihan sebagai hasil pertukaran dengan bandeng presto dari Semarang. Tak lama, Aris dan Dewi pun tiba dikantor. "Oleh-oleh dari siapa, To?" Tanya Aris yang baru memasuki ruang

