Sesuai dengan perkataannya, Jihan akan merayakan idul adha di Semarang. Karena itu dia berada dirumah orangtuanya. Jihan merindukan momen seperti ini, walaupun tidak sebesar idul fitri, tapi suasana rumah saat hari raya selalu dirindukan olehnya. "Dek!" Panggil Imran seraya dengan ketukan pintu kamar Jihan. Imran yang kesal karena sedari tadi Pandu terus menerornya dengan bertanya Jihan kemana, sudah sampai belum, kenapa tidak bisa dihubungi, dan sebagainya. Dan puncaknya, sahabatnya itu terus meneleponnya saat sedang bermesraan dengan Siska. Oh ayolah, waktunya bermesraan dengan Siska tidak terlalu banyak, dan calon adik iparnya itu mengganggunya. "Apa sih, Bang?" Jawab Jihan sambil mengusap matanya. Dia baru sampai siang tadi di Semarang. Dan abangnya yang paling ganteng i

