Begitu sunyi suasana dalam mobil itu, baik Jihan maupun Pandu enggan untuk memulai percakapan. Jihan lebih memilih untuk memperhatikan jalanan Jakarta. begitupula Pandu yang lebih memilih fokus pada kemudi sambil berusaha menenangkan perasaannya. Tetiba mobil pandu berhenti di sebuah rumah makan. "Kok mampir?" Tanya Jihan saat Pandu membuka kuncian sabuk pengaman yang membungkus Pandu tadi. "Makan dulu." Jawab Pandu sambil membuka kunci mobil. Jihan yang paham maksud Pandu langsung turun dari mobil. Keduanya memasuki rumah makan dan duduk disalah satu sudut tempat makan."Mas belum makan siang?" Tanya Jihan sambil mengisi kertas pesanan. Pandu hanya melirik sekilas "Belum sarapan." “Kok bisa?” tanya Jihan sambil menyerahkan kertas pesanan kepada Pandu. "

