Anora berjalan-jalan di rak gramedia, melihat buku-buku yang terpajang rapi di sana. Dulu ia hanya punya mimpi sederhana, seperti semoga bukunya masuk ke jajaran rak-rak itu, tapi kini bukunya sudah tak berada di rak-rak tempat ia berada, melainkan berada di rak buku terlaris. Iseng, Anora mengambil bukunya yang terbuka dari sampul plastiknya, ia membuka bab 9 dari bukunya, ia mulai membacanya dan kembali ia ingat kisah-kisah hidupnya yang dulu merupakan hal yang ingin sekali ia tutupi... Bab 8 My Wedding Diary Aku masih menatap tak percaya dengan apa yang Haris perbuat. Napasku naik turun. Kulihat wajah Haris memucat, mungkin ia tak sadar bahwa aku bakalan terbangun dari tidur lelapku, bahkan marah padanya di depan resepsionis hotel. Kulirik sebentar resepsionis di samping kananku yang

