BAB 32 : Hantu Tanpa Lidah - Bagian 4

1523 Words
Peter Rodriguez menghela napas panjang sebelum berkata, “Namanya adalah Parlan Gustov, dia adalah pelayan saya.” Zenon tersenyum di dalam hati begitu Peter mengatakan identitas dari hantu itu. “Bisakah Anda menceritakan tentang dia?” Peter terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya mulai berbicara. “Parlan Gustov adalah seorang tukang kebun yang telah bekerja dengan saya sejak dia berusia 16 tahun. Menurut saya, Parlan merupakan tukang kebun yang sangat terampil dalam merawat tanaman hias sehingga membuat taman di rumah saya selalu terawat dengan baik selama dia bekerja. Namun, saat dia berusia 21 tahun, saya terpaksa memecatnya karena suatu alasan.” Zenon, “Dia sudah bekerja dengan Anda selama 5 tahun. Tapi, kenapa Anda dengan gamblang mengatakan tidak mengenalnya sama sekali di pertemuan awal kita.” Raut wajah Peter berubah menjadi tidak nyaman. “Itu karena ada satu perbuatannya di masa lalu yang hingga saat ini tidak saya senangi.” Zenon, “Apa itu?” “Dua bulan sebelum saya memecat dia, sesungguhnya Parlan telah membuat kesalahan fatal yang membuat saya memandangnya dengan jijik. Saya tahu dia hanyalah pemuda yang berpendidikan rendah sehingga pemikirannya masih sangat dangkal, tapi itu tidak bisa dijadikan alasan bagi Parlan untuk melakukan pelecehan terhadap seorang wanita muda.” “Bagaimana bisa?” tanya Zenon tidak percaya. “Tiga tahun yang lalu, ada seorang model wanita muda yang kerap datang ke rumah saya untuk membicarakan pekerjaan, nama wanita itu sedang lumayan naik saat itu sehingga wajar saja selalu datang kemari. Pada saat itu, Parlan dan wanita muda itu cukup dekat, saya beberapa kali melihat mereka saling bertukar makanan atau mengobrol di taman saat wanita itu datang kemari.” “Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan hubungan mereka. Hanya saja, sebagai seseorang yang menggeluti bidang entertainmen, saya merasa citra wanita itu akan buruk apabila media sampai tahu dia menjalin hubungan dengan seorang tukang kebun. Karena itulah, saya meminta Parlan untuk tidak terlalu dekat lagi dengan wanita itu supaya karirnya tidak terganggu. Parlan yang biasanya selalu bersikap ramah tiba-tiba saja mengamuk kepada saya dan bahkan hampir melukai saya. Namun, untungnya dia hanya merasa kesal sesaat dan saya pun akhirnya berusaha memaklumi sikap Parlan.” “Tapi, ternyata keputusan saya untuk memaafkannya waktu itu adalah sebuah kesalahan besar. Ketika saya sedang mempunyai urusan di luar rumah, tiba-tiba saja wanita itu datang ke rumah saya untuk membahas kontrak kerjanya yang bermasalah. Sayangnya, wanita itu datang di waktu yang tidak tepat, Parlan tampaknya ingin memonopoli wanita itu untuk dirinya sendiri sehingga dia ingin menodai wanita itu dan memotretnya agar citranya di masyarakat menjadi buruk dan setelah itu berhenti dari industri hiburan. Beruntung, wanita itu terus berteriak dan berusaha keras untuk melarikan diri sehingga beberapa petugas keamanan saya berhasil menyelamatkannya.” Wajah Peter seketika menghitam saat mengingat Parlan. “Parlan b******n itu, siapa yang menyangka dia sudah mati mengenaskan dan kembali mendatangiku sebagai hantu penasaran. Dia pasti menyimpan dendam yang sangat besar kepadaku karena sudah mengusirnya dengan paksa dahulu. Padahal sudah bagus saya tidak melaporkan dia ke polisi!” Pada titik ini, Xena mulai menarik kesimpulan bahwa pemuda dan wanita yang ia lihat di dalam ilusi pastilah Parlan dan model wanita yang dimaksud oleh Peter. Wajah dari wanita itu tidak tampak jelas di ilusi yang Xena lihat, tapi Xena selalu merasa seolah pernah mengenal wanita itu. Siapa? Kejadian itu terjadi tiga tahun yang lalu sehingga Xena berusaha keras mengingat – ingat siapa model wanita muda dari agensi Rodriguez yang sedang naik daun tiga tahun yang lalu. Setelah beberapa saat berpikir keras, Xena akhirnya sadar bahwa tiga tahun lalu juga ada model pendatang baru yang menjadi saingan Helios untuk mendapatkan gelar Brand Ambassador sebuah merk fashion terkenal. Model itu masih sangat muda, mungkin baru berusia 18 atau 19. Setelah menuai masalah dengan Helios, wanita itu sempat membuat skandal percintaan dengan Dion Nixon dan membuat penggemar Dion merasa marah dan menyerang wanita itu habis-habisan. Di titik inilah, media mulai menyebarkan rumor palsu bahwa wanita itu memang biang masalah dan seperti racun untuk para pria yang dekat dengannya. Ada juga yang akhirnya mengaitkan wanita itu dengan kasus Helios, menyebabkan banyak penggemar Helios berspekulasi mungkin dulu wanita itu menyukai Helios tapi tertolak mentah-mentah, sehingga menyebarkan rumor palsu mengenai Helios. Mereka mulai mengatainya dengan berbagai ucapan kasar dan memberikan label ‘pencari perhatian’ untuknya. Berselang beberapa bulan kemudian, wanita itu tiba-tiba saja tidak lagi terdengar di dunia hiburan dan menghilang secara misterius. Mungkinkah hilangnya wanita itu berkaitan dengan kasus Parlan. “Wanita itu … mungkinkah namanya adalah Serene Estelle?” tanya Xena. Begitu nama Serene Estelle terdengar di telinga Peter, raut wajah pria itu langsung berubah dan dia mulai berteriak kepada Xena. “Bagaimana kamu bisa tahu?!” Xena terkejut saat mendengar teriakannya dan mundur beberapa langkah. Sepertinya Peter memang sengaja mengubur kasus tersebut dari media dengan membuat wanita itu menghilang untuk sementara waktu. Masalahnya, mengapa Peter harus menyembunyikan keberadaan Serene hingga tiga tahun lamanya. Masalah sudah diselesaikan, rumor buruk tentang Serene juga tidak pernah lagi terdengar. Lantas, mengapa Peter seolah ingin menghapus jejak Serene? “Nona, bagaimana kamu bisa tahu jika itu Serene?!!” Peter masih berteriak dan kini mulai melangkahkan kakinya menuju tempat Xena berdiri. Zenon mengangkat payung yang ia pegang, kemudian menempatkannya di antara Xena dan Peter untuk menghalangi Peter yang ingin menghampiri Xena. “Tenanglah, Tuan Rodriguez. Anda sudah menanda tangani kontrak perjanjian dengan kami dan di dalam kontrak sudah tertulis bahwa identitas klien dan seluruh latar belakang Anda akan kami simpan rapat-rapat. Berita tentang Nona Estelle yang pernah dinodai oleh Parlan tidak akan pernah tersebar ke media.” Ucap Zenon dengan tenang. Xena sering mendengar berita miring tentang Peter yang sering bertindak impulsif dan senang memukul orang lain apabila kesal. Karena takut menjadi korban, Xena memutuskan untuk bersembunyi di belakang punggung Zenon. Xena diam-diam berbisik di telinga Zenon. “Di dalam ilusi yang kulihat, Parlan tidak tampak seburuk yang diceritakan oleh Tuan Rodriguez.” Zenon lantas melirik Xena dari sudut matanya. “Aku tahu.” Mata Zenon kemudian beralih ke arah Peter dan ia berkata, “Hari ini, kami sepertinya bisa melakukan pengusiran hantu. Tapi, demi keselamatan Anda, saya meminta Anda untuk tetap berada di dalam kamar selama pengusiran dan baru keluar saat saya sudah memperbolehkannya. Apakah Anda keberatan?” Dengan cepat Peter menggeleng. “Tidak. Tidak. Tentu saja saya tidak akan keberatan, kalian boleh melakukan apapun selama hantu itu akan pergi selama-lamanya dari rumah ini.” • • • Begitu Peter telah memasuki kamar dan meninggalkan Zenon serta Xena sendiri di ruang tengah, Zenon mulai melakukan persiapan untuk menakan roh Parlan. “Xena, kamu ingin melakukan empati?” tanya Zenon seraya mengambil beberapa jimat kosong dari dalam sakunya. Xena lantas menatap Zenon dengan heran. “Bukankah kau memang memperkerjakanku untuk melakukan itu?” Zenon tertawa, “Ya, memang. Tapi, kekuatan roh Parlan sangat jauh berbeda dengan Diane. Kamu mungkin akan merasa terkejut saat memasuki ingatan milik Parlan nanti.” “Kamu juga akan ikut bersamaku, kan?” “Tentu saja.” Jawab Zenon. Xena tersenyum, “Kalau begitu tidak akan ada masalah.” Zenon seketika merasa senang karena untuk pertama kalinya Xena begitu mempercayainya. Sebagai seorang atasan sekaligus penanggung jawab yang baik, Zenon pasti tidak akan membiarkan Xena terluka sedikit pun. Oleh karena itu, Zenon harus memastikan roh Parlan sudah ditekan sampai ke titik terendah agar mereka bisa melakukan empati tanpa harus khawatir akan terlumat oleh Energi Yin. “Menurutmu apakah cerita yang dikatakan Tuan Rodriguez benar?” tanya Xena. “Dia pasti berbohong.” “Kenapa kamu sangat yakin?” “Karena jika memang Parlan adalah orang sebusuk itu, bukankah lebih wajar apabila Tuan Rodriguez memberitahu kita identitas aslinya dari awal alih-alih menyembunyikan fakta itu. Lagi pula, aku tidak suka dengan cara bicaranya saat sedang membicarakan kesenjangan sosial.” Xena mengangguk, “Kamu benar, dia sepertinya sedang menyembunyikan sesuatu. Aku bahkan belum pernah mendengar kabar tentang Serene Estelle lagi setelah tiga tahun lamanya.” Saat mengucapkan kata tiga tahun, Xena langsung merasa ada yang aneh. “Parlan sudah dipecat oleh Tuan Rodriguez sejak tiga tahun yang lalu dan hantu Parlan baru mengganggunya akhir-akhir ini. Apakah Parlan memang baru meninggal sekarang?” “Tidak, energinya sudah sangat kuat sehingga mustahil bila Parlan baru meninggal akhir-akhir ini.” “Lalu kenapa dia baru mengganggu Tuan Rodriguez sekarang?” Zenon, “Ada dua faktor. Faktor pertama, mungkin Parlan meninggal di tempat yang sangat jauh sehingga butuh waktu lama untuk datang ke tempat ini. Faktor kedua, mungkin saja ada yang membuka titik Energi Yin milik Tuan Rodriguez sehingga dia bisa menarik roh jahat seperti Parlan ke rumahnya dengan mudah.” Dia melanjutkan, “Sesungguhnya, sangat mustahil bagi manusia biasa untuk terus-menerus melihat hantu tanpa mempunyai mata batin. Bahkan, saudaramu Helios juga bisa melihat hantu hanya karena dia terkena imbas dari Energi Yin milikmu. Dengan kata lain, sepertinya ada yang membuat Energi Yin milik Tuan Rodriguez terbuka sehingga dia mampu melihat hantu Parlan hingga sekarang.” • • • • • To Be Continued 3 Oktober 2021 Catatan Author : Maaf sekali karena baru bisa update sekarang. Kemarin tiba-tiba saja ada hal darurat yang harus kuselesaikan sehingga tidak ada waktu untuk mengirimkan cerita. Tapi, aku akan memastikan kalau cerita akan on-going setiap hari di bulan ini. Terima kasih.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD