"Apa? Kamu ngomong apa?" Doni berpura-pura b**o. Bagaimana mungkin Erin bisa tahu bahwa lelaki yang terpotret bersama dengan Lucky itu adalah dirinya. Erin menunjuk fotonya bersama Lucky. "Jaket yang kamu pakai sekarang itu sama persis dengan jaket yang dipakai cowok ini." Doni terbelalak. Bagaiaman Erin bisa tahu? Kadang-kadang polwan itu memang cerdas untuk hal-hal yang tidak penting seperti ini. "Ya ampun, ini kan jaket pasaran. Aku beli di Tanah Abang. Seratus ribu dapat tiga," dalihnya. "Kamu pikir aku sebodoh itu, Bang Don? Itu kan jaket gratisan dari Pusdiklat, aku juga punya. Ada namamu di belakangnya. Emangnya kapan kamu punya waktu buat nongkrong di Tanah Abang?" ucap Erin tatapan mata yang tajam menusuk. Doni jadi ngeri sendiri. Kini dia tahu kenapa para tersangka bisa seger

