Vienna dan Nico yang diluar kamar Keith, saling memandang, lalu berbarengan menghela nafas sambil menggelengkan kepala. Feeling mereka benar, Keith tergoda aura Rachel, dan kini Keith meniduri Rachel. Nico membawa Vienna ke ruang tengah lantai tiga ini.
“Tan.”
“Coba kamu dan Veron cari tahu siapa Rachel dan Kakeknya. Tante mau tahu sedetail mungkin.”
“Kalo semisalnya Rachel perempuan sederhana gimana, Tan?”
“Tidak masalah, selama Keith memang mencintainya.”
“Kalo Rachel tidak mencintai Keith gimana, Tan?”
“Kok Kamu bicara gitu?”
“Tan, Keith kan tadi bilang, Dia dan Rachel ikut psikotest, lalu Rachel nyaris dicelakain Robert, kemudian Keith membawa Rachel kemari dalam keadaan Rachel teler akibat obat perangsang. Jadi Nico feeling Rachel belum mengenal siapa Keith sepenuhnya, belum tersentuh cinta ke Keith. Keith yang sudah tersentuh cinta ke Rachel.”
“Tidak mengapa. Keith tabah dan ulet kalo inginkan sesuatu. Apalagi Keith mengatakan kalo terjadi kejadian saat ini dikamarnya itu.” Vienna menunjuk kamar Keith yang terkunci dari dalam, dan sayup terdengar suara lenguhan Keith dan Rachel yang memadu gairah akibat obat perangsang itu, “Keith bertanggungjawab sepenuhnya ke Rachel dan kakeknya Rachel. Tante yakin lambat laun Rachel tersentuh hati. Apalagi semisal Keith tokcer, dan Rachel disenggol langsung isi, pasti Rachel mau dengan tulus menerima cinta Keith. Mau menjadi istri Keith.”
Sementara di kamar, Keith merasa nikmat menggenjot rudalnya di sumur Rachel yang sudah diperawaninnya ini. Apalagi Rachel merespon baik gairahnya. Bahkan dia sangat b*******h beradu bibir dengan Rachel sambil tetap menggenjot rudalnya.
‘Sayang,’ desau Keith, ‘Seumur hidupku, bersamamu saat ini sangat nikmat.’ Dia merasa dadanya tersesakin gairah yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. ‘Hei ada apa denganku?’ dia tersadar ada yang aneh dalam pikiran dan hatinya, ‘Kenapa sejak berkenalan denganmu di psikotest, aku merasa ingin memilikimu sebagai wanita tercintaku?’
Keith melepas ciuman mereka, ditatapnya Rachel yang tersenyum ke dia. ‘Rachel, apakah saat ini alam semesta menyentuh hatiku yang tidak pernah tersentuh perempuan mana pun?’ tanyanya, “Apa pun itu, aku tidak akan melepasmu untuk pria mana pun. Kamu sudah milikku, selamanya milikku.’ Dia kembali meraupi ganas bibir Rachel yang ranum dan manis rasanya.
Rachel membalas ciuman ini masih dalam keadaan antara sadar dan tidak. Obat perangsang yang dibubuhkan Cakra memang berkualitas sangat bagus, dan bikin perempuan akan b*******h sangat lama, sehingga Robert bisa semalaman dipuaskan menikmati tubuh perempuan. Tapi yang mendapatkan kepuasan itu adalah Keith malam ini.
“Argghhh!”
Terdengar lepas erangan mereka.
Keith menghempaskan wajahnya disisi leher Rachel, nafasnya memburu.
“Sayang!” serunya pelan ditelinga Rachel, “Kamu membuatku gila saat ini. Nikmat sangat memadu bersamamu.”
Rachel tidak menjawab perkataan Keith, digulingkan Keith ke bawahnya, lalu diraup bibir Keith dengan liar. Rachel masih belum puas sepertinya. Keith melepas ciuman ini, ditatap gemas Rachel.
“Masih belum puas, hmm?” dijawil sayang hidung Rachel, “Baik, kupuaskan kita berdua sampai sepuas-puasnya.” kekehnya. ‘Ternyata obat itu sangat kuat pengaruhnya bagi perempuan.’ desaunya merasa gairah Rachel begitu kuat saat ini untuk bercinta dengannya. ‘Makasih Robert, sebab Aku yang mendapatkan penuh gairah Rachel.’ Dia berterima kasih ke Robert, sebab saat ini dia yang menikmatin gairah Rachel.
Keith lalu bikin Rachel duduk di atasnya, dimana rudalnya didalam sumur Rachel.
“Kocok rudalku, sayang. Up down.” Keith mengajari Rachel jurus bercinta, sebab Keith tahu Rachel belum berpengalaman sama sekali urusan ranjang. “Yup begitu.” Dia lega Rachel mengikuti ajarannya, ‘Terus sayang. Kocok up down. Yup terus begitu.” Keith terus membimbing Rachel, “Hei kamu cepat paham ini.” kekehnya sebab merasa Rachel mulai agresif mengocok rudalnya ini, “Argghh enak ini sayang. Terus sayang.” rintihnya merasa yang dilakukan Rachel nikmat. Kedua tangannya memegangin panggul Rachel, menjaga gadis ini agar tidak terpelanting akibat melakukan gerakan menggocok yang mulai ful power ini.
“Rachel..akhh..enaknya ini sayang.” racaunya sebab Rachel entah kenapa memutar sumur dipermukaan rudalnya, “Ternyata obat itu, membuat perempuan mampu berimajinasi hebat dalam bercinta.” Dia merasa yang dilakukan Rachel ini akibat obat perangsang itu. “Tapi ke depannya, aku mau kita tanpa itu. Kuyakin kita mampu bermain seliar ini tanpa itu.”
Dan mereka terus bermain sampai kelelahan, dan Keith tidur memeluk Rachel dengan mesra. Sehelai selimut menutupi tubuh polos mereka. Keith tampak bahagia saat ini. Seumur hidupnya sebagai playboy, baru saat bersama Rachel merasa bahagia.
+++
Keith bangun lebih dulu dari Rachel. Dipandangin Rachel dipelukannya. Tampak olehnya wajah Rachel bersih dan cantik. Keith tersenyum, teringat kemarin saat pertama bertemu Rachel. Keith merasa bertemu Bidadari. Keith pun perlahan mendekati Rachel yang supel. Menemanin Rachel mengikuti psikotest. Dan berakhir Dia perawanin Rachel di kamar ini.
Pelan Keith mencium sayang pucuk kepala Rachel, lalu memindahkan kepala Rachel ke bantal, baru perlahan turun dari tempat tidur. Dia segera ke kamar mandi, disegarkan badannya. Saat mandi, terbayang kemesraannya bersama Rachel. Sayangnya Dia tidak membawa Rachel mandi bersama. Tapi tidak mengapa, masih banyak waktu untuk melakukan hal itu, semisal Rachel berkenan membuka hati untuk Keith.
Setelah mandi, Keith melihat Rachel masih pulas tidur, dan tampak tenang. Keith pun keluar dari kamarnya, mau ke Bik Sumi untuk dibikinkan sarapan untuknya dan Rachel. Saat itu matanya melihat shopping bag kain tertaruh di lantai tepat di sebelah pintu. Keith segera mengambilnya, lalu mengecek isinya. Dia tersenyum sebab ada pakaian wanita lengkap dengan perlengkapan mandi dan kosmetik. Lalu menemukan pula sehelai kertas bertuliskan tangan Vienna.
Keith,
Ini semua wat Rachel ya.
Keith merasa lega melihat Vienna mendukung upayanya bertanggungjawab atas Rachel. Segera dia taruh kiriman itu ke dalam kamar, lalu bergegas ke Dapur di lantai dasar.
“Morning anak Mama.” Terdengar suara Vienna menyapa Keith.
Keith segera memutar pandangan matanya, mencari sosok Vienna, lalu mendekati ibunya ini yang sedang bikin Sandwich Daging Asap kesukaan Keith. Tapi kali ini bikin dua porsi, sebab yang satu porsi untuk Rachel.
“Morning too, Mam.” sahut Keith, “Mam, makasih ya kirimannya.” diucap terima kasih ke Vienna, sambil mencium sayang sebelah pipi sang mama. “Mama belum ke kantor?” tanyanya sebab Vienna masih di Dapur, dan hanya menggenakan dress terusan selutut. Itu pakaian Vienna kalo di rumah.
“Hari ini Mama cuti untuk kamu.” Vienna tersenyum, “Tuh Kopi untukmu.” Ditunjuk secangkir kopi di dalam baki makanan.
“Mama cuti untuk Keith?” Keith segera mengambil cangkir itu bersama piring tatakannya, duduk di salah satu kursi meja dapur ini, ditiup-tiup sejenak permukaan air kopi, baru dihirupnya perlahan.
“Yup.” Vienna tersenyum, lalu menjitak kening Keith, “Hayo nakal ya!” dipandang anaknya dengan gemas, “Ternyata tidak bisa menahan hasrat ke gadis malang itu.”
JLEB.
Keith menelan salivanya, tidak selera melanjutkan menikmati kopi krimer bikinan Vienna. Ditaruhnya cangkir ke atas Baki.
“Keith.”
“Ma, Keith kan sudah bilang kalo kejadian juga, Keith bertanggungjawab penuh atas hidup Rachel dan kakeknya.”
“Apa kamu tersentuh hati ke Dia?”
Keith terdiam, masih belum menyadari sepenuhnya, apa memang dia tersentuh hati atau tidak ke Rachel.
“Keith.”
“Keith hanya tahu saat bersamanya kemarin, Keith sangat ingin memilikinya sebagai wanita tercinta Keith. Keith merasa apa yang ada dalam diri Rachel, adalah yang Keith inginkan dari perempuan yang akan Keith jadikan istri.”
Vienna mendengarkan perkataan Keith ini, lalu,
“Keith, apa dipikirannya juga begitu?”
“Keith tidak tahu, Mam. Keith hanya tahu Rachel itu supel, dan tidak genit ke Keith. Keith suka perempuan yang tidak genit ke Keith.”
“Keith, kemarin kan statusmu pria biasa. Lalu saat ini kembali menjadi pria Billionaire. Kalo Rachel tahu hal itu gimana?”
“Keith yakin Rachel tidak silau dengan itu.”
“Dari mana kamu yakin itu?”
“Sebab Keith tahu Rachel merasa Keith bukan pria biasa. Dan dia memperlakukan Keith biasa saja.”
“I see.” Vienna paham, “Keith, nanti saat Rachel bangun, Mama feeling dia pasti kaget, dan akan marah ke kamu. Kamu harus sabar dan tenang menghadapinnya ya. Kamu harus membuktikan ke dia, benar-benar bertanggungjawab atas perbuatanmu semalam ke dia.”
“Iya Ma.”
Sementara di kamar Keith, Rachel terbangun. Pandangan matanya masih nanar, merasa kepalanya pusing, dan badannya pegal-pegal. Dia lalu mengamati dirinya, sejurus kemudian terlonjak bangun.
“Astaga!” desaunya sebab menemukan dirinya tidak memakai sehelai benang pun, “Apa yang terjadi sama Aku?” dia menjadi panik. “Tenang Rachel, tenang dulu.” Dia mencoba menenangkan dirinya, agar mengingat terakhir dia mengalami apa, “Astaga!” dia teringat apa yang dialaminya terakhir, “Aku kan di Leaf Link untuk psikotest, lalu merasa pusing, kemudian ke Toilet. Setelah itu kenapa aku ada di kamar mewah ini? Ini kamar siapa?” dia menyisiri kamar ini dengan pandangan kedua matanya.
Dia segera membungkus badannya dengan selimut, lalu turun dari tempat tidur. Matanya mencari pakaian dan barang-barangnya. Namun hanya ada sehelai baju tidur yang tergeletak bersama handuk milik Keith. Keith semalam melempar baju tidur itu ke lantai, dan Rachel pun melempar handuk yang ditarik dari badan Keith ke lantai.
Rachel terpaksa memakai baju tidur itu, lalu bergegas keluar dari kamar. Dia mencari jalan untuk pergi dari rumah ini, sampai akhirnya bertemu Keith yang keluar dari lift. Dia tertegun melihat Keith yang membawa baki berisi sarapan.
“Keith?!” dia masih mengenali Keith, “Kenapa Kamu ada di sini?” dia terheran melihat Keith, masih tidak tahu ini rumah warisan milik Keith dari Brylee Carter ayahanda Keith.
“Sudah bangun rupanya?” Keith belum menjawab keheranan Rachel, “Kalo begitu baiknya kita sarapan dulu ya, sambil kujelaskan apa yang ingin kamu ketahui kenapa kamu di sini.” Dia feeling Rachel mulai menyadari berada di tempat asing.
“Kamu jelaskan sekarang saja, Keith.” pinta Rachel feeling terjadi sesuatu antaranya dan Keith di kamar Keith. “Apa yang kamu lakukan ke aku?”
+ TO BE CONTINUE +