"Iya... Aku inget semuanya." Aksa melangkahi Nessa, berjalan melewatinya. Dan Nessa, ia mengikuti dari belakang. Tidak menyangka, Aksa malah terus berjalan tanpa menanggapi keberadaannya. Sejahat itukah dia? Seharusnya mereka berbahagia bersama, tapi ini? "Tunggu." Aksa berhenti melangkah. Punggungnya membelakangi Nessa. Walau sakit di keningnya belum juga hilang, Aksa berupaya menahan agar bisa cepat bertemu Naila. Tak ada hal lain yang ia inginkan selain menemui Naila dan memeluknya. "Kamu mau pergi ke mana Aksel? Ingatan kamu udah kembali. Harusnya kamu peluk aku. Sini Aksel, peluk aku. Aku kangen kamu." "Maafin aku Nessa. Tapi aku bukan Aksel." Aksa berkata penuh penyesalan. Seperti membuka kedok yang telah lama tertutupi. Berat sekali. Kedua mata Nessa membelalak. Apa telinganya

