Enam Belas

2677 Words

"Abis dari mana kamu?" Belinda langsung bertanya begitu Angga berjalan menuju kamar untuk bersiap pergi ke kantor. "Biasalah, Ma. Joging." "Joging? Sampai pulang jam setengah delapan. Joging sama siapa?" Kini Belinda akan memperlakukan anaknya lebih tegas lagi. Ia tak ingin kehilangan anak untuk yang ketiga kalinya. Menyerahkan Aksa kepada perempuan yang sangat ia cintai adalah kesalahan besar. Belinda tidak mau kejadian itu terulang. "Sendiri, sama siapa lagi?" tanya balik Angga berkilah. Kalau ia menjawab lari pagi bersama Naila, bisa-bisa mamanya ngamuk, seperti macan yang kehilangan akal. "Angga..." Belinda memegang keningnya, terlalu stess memikirkan masa depan anak satu-satunya. Ia akan mempertanyakan hal penting, hal yang selama ini menghantui pikirannya. "Kamu kapan ajak paca

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD