Naila menghapus jejak air matanya, jangan sampai air mata ini terlihat. Nessa memandang Naila penuh tanya. Naila mengangkat kepala sedikit, "Maaf, Mbak. Saya buru-buru." Tanpa basa-basi, Naila melanjutkan langkah lagi dengan cepat. Berjalan menuju sepedanya, lalu memutar balik sepeda. Naila kenapa? Setelah melihat Naila menghilang dari pandangan, Nessa langsung masuk ke dalam rumah. "Aksel... Aksel..." Nessa memanggil di ruang tamu, suaranya yang lantang menggema. Ia harus bertanya kepada Aksel, mengapa barusan Naila terlihat begitu sedih. Apa ada sangkut pautnya dengan Aksel? Merasa teriakannya tidak mendapat jawaban, Nessa berinisiatif untuk datang langsung ke kamar Aksel. Siapa tahu dia ada di dalam. Dan benar saja, begitu kakinya tiba di lawang pintu, Nessa langsung bisa melihat k

