Luna Hari sudah gelap ketika aku sampai di apartemen. Barang belanjaanku cukup banyak sehingga membuatku kerepotan membawanya. Tanganku sampai pegal mengangkutnya dari mobil menuju apartemenku. Usai menata belanjaan, tak lupa aku menghitung sisa uangku. Aku sadar, uangku telah berkurang, meski lembaran merahnya masih lebih banyak. Aku sudah mengeluarkannya untuk memenuhi kebutuhanku selama bertahan hidup. Namun, aku juga sadar bahwa semakin hari jumlah uangku akan berkurang. Mau tidak mau, aku pasti akan menggunakannya sehingga membuatnya jadi sedikit. Ini tentu tak bisa dibiarkan. Aku harus bekerja lagi supaya dapat uang. Jika tidak, aku bisa berakhir jadi gelandangan. Tapi, di mana aku bisa mendapatkan pekerjaan? "Ah, perutku jadi lapar karena memikirkan uang," ucapku sembari memeg

