Bab 162. Maaf, Nin

1089 Words

Nindya memang pandai menyembunyikan emosi dan perasaan kesal di depan suami dan anak-anaknya. Saat makan malam, Nindya bersikap seperti biasa dan tetap duduk di samping Tirta dan melayaninya makan. Tirta yang mengamatinya dari samping, berpikir bahwa Nindya tampaknya sudah tidak menaruh kekesalan terhadapnya dan dia bisa tidur tenang di samping Nindya malam ini. Namun, Nindya menepis tangan Tirta saat mendarat di paha, dan Nindya tersenyum sinis kepadanya sesaat. Tirta menyadari bahwa dugaannya salah, Nindya masih menaruh kekesalan kepadanya. Setelah makan malam dan menghabiskan waktu beberapa menit di ruang keluarga dan berbincang akrab, Nindya mengambil tubuh semok Tristan dan membawanya ke kamar Tristan. Tirta ingin mencegah, tapi dia tidak berdaya karena gerakan Nindya sangat cepat.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD