Tirta menyadari bahwa keadaan ini sepenuhnya adalah kesalahannya. Seharusnya dia tidak mempertemukan Harja dan Nindya seperti yang kemarin dia lakukan, Nindya yang merasa dibohongi dan Harja yang merasa dipermalukan. Tirta memang berniat ingin Harja menyadari kesalahan dan meminta maaf ke Nindya karena apa yang telah dia lakukan terhadap Nindya dan anak-anaknya sudah sangat keterlaluan. Belum lagi sang istri yang ikut membantu Harja menekan Nindya, memberinya sejumlah uang agar Nindya tidak menuntut apapun ke Harja. Namun, apa yang diharapkan Tirta tidak terwujud, Harja yang justru memendam marah dan malu dan Nindya yang merasa dibohongi. Sayangnya, Tirta baru menyadarinya sekarang. “Jadi kamu tidur di sofa semalam?” goda Razak setelah baru saja menyelesaikan rapat harian di ruang divisi

