Bab 206. Megi yang Ceroboh

1115 Words

Melihat sikap lemah lembut Puspa dan mamanya membuat Megi semangat membantu membujuk Kania agar mau ikut bersama maminya siang itu, dan Kania tidak perlu menghabiskan waktu “sekolahnya” sampai sore seperti biasa. Awalnya Kania takut dan ragu untuk ikut, bahkan menolak karena memikirkan papanya, dia juga menyebut-nyebut Tante Sindi. “Kania nanti tetap akan pulang ke apartemen papi. Mami yang antar,” ucap Puspa sambil memangku Kania dan mengusap lembut kepalanya. “Papa, Mami. Bukan papi,” ralat Kania, dia tidak memanggil “Papi”. “Iya, papa. Oma nanti antarkan Kania ke apartemen papa. Ya?” Rosi juga ikut membujuk. Melihat sikap manis keduanya, juga Puspa yang membelikannya sebuah boneka perempuan yang lucu, Kania akhirnya mengangguk. Megi lega melihat Kania yang akhirnya mau dibujuk, mey

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD