“Aku ingin bercinta denganmu di kantor,” ujar Tirta yang masih memakai jubah mandi. Dia mendekati Nindya yang sedang mengeringkan rambut dengan pengering. Nindya tertawa renyah. “Kamu nanti nggak bisa fokus bekerja. Ingat dulu saat kita bercinta, kamu sebal waktu menerima panggilan dari Ardi.” “Itu karena aku kurang memanfaatkan waktu. Kali ini aku akan mengatur waktu dengan lebih baik. Kamu tau, kadang aku pun nggak fokus bekerja meskipun kamu di rumah. Aku yang berkhayal bercinta denganmu di atas meja kantor.” Nindya mendelik, “Apa kamu pernah membayangkan bercinta dengan sekretaris, hm … Sindi?” “Hahaha.” Tirta mencubit pinggan Nindya gemas. “Aku jadi ingat satu momen, waktu itu Sindi baru memulai kerja di kantor. Aku tau dia itu agak genit. Si Samsul iseng menggoda Sindi agar meray

