Sejak bermaaf-maafan di kantor Tirta dulu, Harja sebenarnya ingin sekali bertemu Cakra dan berbincang berdua saja, lalu secara khusus meminta maaf, karena dia tidak pernah jadi seorang papa yang baik bagi Cakra. Tapi dia merasa malu dan yakin Cakra belum bisa melupakan perbuatan jahat kepadanya, dan memaklumi Cakra yang trauma akan sikapnya. Cakra sendiri sebenarnya memang sangat membenci papanya dan tidak mau bertemu sejak kejadian itu, tapi dia tetap memaafkan papanya dan tidak menaruh dendam, karena ajaran mamanya yang tidak boleh menaruh dendam kepada siapapun. Melihat papanya sungguh-sungguh meminta maaf malam ini, bahkan terdengar terbata-bata dan sedikit menangis, Cakra yakin bahwa papanya adalah orang yang baik. Terbukti papanya yang sekarang penuh perhatian kepadanya, juga kepada

