Bayu kaget saat kembali ke cafe Si and Sa. Ternyata ada mamanya yang sedang datang berkunjung. Kania yang digendongnya langsung berteriak senang dan meminta Nindya menggendongnya. Menyadari dirinya yang sedang mengandung, Nindya mengajak Kania duduk di atas pangkuannya di sofa. “Aduh aduh … anak cantik kesayangan Mama ini.” “Tlistan mana, Mama?” Nindya tertawa bahagia, senang dengan Kania yang sangat ceria hari ini. “Tristan lagi dibawa sama Opa Cokro jalan-jalan.” “Opa Coklo siapa?” “Temannya Mama.” “Oh.” Kania mengangguk mengerti, seolah mengenal pak Cokro, padahal dia tidak pernah berjumpa. Bayu datang menghampiri mamanya dan adiknya. “Sudah makan, Ma?”tanyanya dan duduk di samping mamanya. “Sudah, tadi Chelsea kasih mama roti isi daging asap, dan Mama habiskan. Papa kamu sudah

