“Papa mendapat kabar ini dari papimu, dan dia dijodohkan dengan kerabatnya,” lanjut Harja. Bayu tersenyum kecut, “Papa … nggak mencari … maksudku—“ Harja tertawa lepas, menyadari Bayu yang sudah bisa diajak bicara sebagai teman sekarang. Dia bukan anak-anak lagi, bahkan berniat menikah dalam waktu dekat, tentu memahami kehidupan orang dewasa. Terlebih, dia adalah anak tertua yang kerap terlibat dalam masalah-masalah rumit, Bayu pasti akan mengerti perasaannya sekarang. “Untuk saat ini Papa fokus membesarkan Kania, Papa ingin memastikan dia baik-baik saja. Papa juga fokus kamu dan adik-adikmu. Papa akan berusaha melakukan yang terbaik untuk kalian semua. Nggak usah kamu khawatirkan Papa soal pasangan hidup,” ujar Harja. Bayu mengerti bahwa kegagalan di hari pernikahan masih meninggalkan

