Harja tertegun sejenak, mengangguk, dan tersenyum kecut. Meskipun dia sudah merelakan apa yang terjadi antara dirinya dengan Sindi, tetap saja dia sedih mendapat kabar Sindi yang sudah bertunangan. “Dengan kerabatnya, pilihan orang tuanya,” jelas Tirta kemudian. Harja mengangguk pasrah. Tirta ingin sekali menyatakan pendapatnya bahwa Sindi yang sebenarnya tidak yakin dengan pertunangannya, tapi dia tidak mau mengungkapkannya di depan Harja sekarang, khawatir Harja yang mungkin saja berharap dan dia yang akan disalahkan jika mengejar Sindi. Melihat Harja yang sedih, Tirta cepat-cepat mengalihkan pembicaraan. “Anakku kembar sepasang, Harja.” Wajah Harja berubah cerah, cukup terkejut dengan apa yang diucapkan Tirta barusan. Dia seolah lupa kabar pertunangan Sindi tadi. “Selamat, Tirta. A

