Tirta tidak mampu menahan tangis haru bahagia saat dokter menyatakan Nindya hamil bayi kembar tidak identik, artinya ada sepasang anak di dalam kandungan Nindya. Dia terus memandang wajah Nindya tanpa bisa berucap kata-kata, perasaannya sangat bahagia, seolah tidak ada satu pun beban yang dia pikirkan. “Pak Tirta bisa lihat ini … anak-anak Bapak dan Ibu. Kita akan cetak yang bagus,” ujar dokter seraya memperlihatkan layar komputer ke Tirta dan Nindya, dokter itu ikut senang melihat pasangan suami istri yang sedang dilanda kebahagiaan. Tirta tertawa kecil, dulu saat Nindya hamil Tristan, dia tidak tergerak untuk mencetak setiap foto usg Tristan, dan perasaannya tidak kalah bahagia seperti sekarang saat tahu anaknya laki-laki. “Ya, Dokter.” Tirta menyeka pipinya yang basah karena air mata

