Perasaan Nindya berubah sangat bahagia saat dokter mengabarkan kepadanya bahwa suaminya sudah berada di dalam ruangan dan sedang memakai baju pengunjung, serta dipastikan dalam keadaan bersih dan steril. Akhirnya, Nindya tetap bisa ditemani suaminya saat melahirkan. Keadaan Nindya lumayan stabil dan dia ternyata sudah mengalami pembukaan. Karena dia sering bergerak, jalan pembukaan pun jadi lebih mudah. “Hai, Sayang.” Tirta mengecup lembut punggung tangan Nindya, dan membelai kepala Nindya. “Aku jadi tenang, Mas.” “Ya, aku tahu kamu sangat membutuhkan aku sekarang.” Nindya mengeratkan genggaman tangan Nindya. Tak lama kemudian, Tirta mundur beberapa jarak aman, karena dokter mulai melakukan penyuntikan. Setelah mendengar aba-aba dari dokter, Tirta dan Nindya kembali berdekatan, dan

