Bab 239. Cemas Tirta

1092 Words

Tanpa pikir apapun, Tirta bergegas meninggalkan rapat ketika dihubungi Sindi bahwa Nindya sudah dibawa di rumah sakit dan sudah berada di ruang bersalin. Wajahnya menunjukkan kecemasan dan kekhawatiran, jalannya tergesa-gesa tapi tetap terkontrol. Ketika Nindya hendak melahirkan Tristan, Tirta lebih siap dan saat itu dia tidak masuk kantor beberapa hari menjelang kelahiran. Sekarang, belum mengambil libur, Nindya sudah hendak melahirkan, ternyata prediksi kelahiran lebih cepat dari yang diperkirakan. “Halo, Harja. Ck, aku tadi sedang rapat.” Tirta menghubungi Harja yang sebelumnya berkali-kali menghubunginya. Sindi juga memberitahunya bahwa Harja yang mengurusi Nindya. “Aku tahu, Tirta. Di mana kamu?” “Aku sudah di mobil.” “Aku … aku … aku minta maaf telah mengambil keputusan tanpa mem

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD