Ketiganya sudah memasuki sebuah restoran yang cukup mewah, Sindi langsung mengarahkan Harja dan Kania untuk duduk di tempat yang sudah dia pesan, yang berada di sudut restoran dan terhindar dari orang lalu lalang. Harja tertegun melihat ramahnya sikap Sindi kepada Kania, sehingga Sindi terkesan melupakannya. “Siapa yang mengepang rambut Kania?” tanya Sindi sambil memegang kucir kecil rambut Kania. “Papa, Tante,” jawab Kania dengan mata binarnya. “Wow, cantiknya….” Mata Sindi berkaca-kaca membayangkan Harja yang dengan penuh kasih sayang berusaha merapikan rambut putri kecilnya. Harja pasti sangat menyayangi Kania. Harja mengamati perhatian Sindi kepada anaknya dan dia senang dengan sikap Sindi. Sampai pada akhirnya makanan dan minuman yang dipesan sudah datang, dan Kania berteriak sen

