Tirta langsung menghentikan rapatnya pagi itu saat menerima pesan pendek dari Harja bahwa Sindi sudah berada di rumah sakit dan tak lama lagi akan melahirkan bayi perempuan. Dia juga mengajak Razak dan Samsul pergi menjenguk Sindi. Saat ketiganya baru saja tiba di lobi rumah sakit, Harja mengabarkan bahwa anaknya sudah lahir dengan selamat. Sindi melahirkan secara normal dan dia dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Tentu saja Tirta dan kedua sahabatnya senang sekaligus lega mendengar kabar bahagia ini. “Ya, aku segera ke sana, Harja.” Tirta bergegas menuju kamar inap Sindi setelah Harja memberitahunya. “Wah, benar-benar keluarga besar dan bahagia kalian sekarang, Tirta,” ujar Razak saat mereka berjalan cepat menuju kamar inap Sindi dan bayinya. “Ya, mungkin tahun ini aku akan menja

