Selamat Datang di Kota Pekalongan. tulisan yang terpampang di stasiun tempat Adrian, Sishi, Pak Wibowo dan Bu Sukma menuruni kereta yang mereka naiki. Adrian tetap menuruti keinginan sang kekasih untuk naik kereta meski belum bisa menuruti keinginan orang tuanya untuk liburan bersama karena mendadak dia mendapatkan telepon yang begitu penting. Bagai sebuah petir di siang bolong telepon yang Adrian terima begitu mengejutkan, lalu setelah membicarakan apa yang seseorang bicarakan di telepon itu dengan kedua orang tuanya dan Sishi akhirnya mereka memutuskan untuk mendatangi kota itu, sebuah kota di Jawa tengah yang belum pernah mereka datangi meski sudah sering mereka dengar namanya sebagai kota penghasil batik negeri ini. "Dari sini kita ke mana, Nak?" tanya Bu Sukma pada sang putra ka

