"Saras Enggal Waluyo." Dokter Danar menyebut sebuah nama sambil menatap seorang wanita yang duduk di sebuah kursi roda, wanita itu menatap sebuah bunga mawar merah muda yang mekar di batangnya di samping wanita itu berdiri seorang perawat berusia sekitar enam puluh tahunan berwajah teduh dengan telaten menyuapi wanita sakit itu. Ya sakit, meski raganya terlihat sehat dengan kulit bersih dan segar bahkan tubuhnya terlihat lebih berisi sekarang tapi secara mental wanita itu memang sakit, keadaan telah merusak dirinya habis habisan dari luar dan dalam. Namun, apakah benar jika kita menyalahkan keadaan jika itu adalah sebuah keputusan? Keputusan yang pastinya juga tidak wanita itu ketahui akan membawanya pada kehidupan yang benar benar berbeda. "Karena tidak tau identitasnya, maka saya

