Takut

2098 Words

"Ayo, kita pulang." Aldi masih menenangkan Kinar yang menangis di depan kediaman Rakasya. "Aku mau selesaikan urusanku dulu sama seseorang yang bikin masalah ini lebih rumit." Kinar geram. Dia melepaskan diri dari dekapan dokter itu. Kinar berjalan menuju kumpulan pelayan termasuk Bu Susi yang sedang merapikan beberapa barang Winda yang tercecer di depan. Kinar menghampiri Kepala ART itu dengan napas yang tak beraturan menahan emosi. Bu Susi pun rupanya sadar telah didekati. Wajahnya menegang. Namun, dia berusaha untuk menyibukkan diri. "Bu Susi, kok, tega, ya?" kata Kinar to the point. "Padahal saya sudah menelepon untuk menanyakan keadaan di rumah seperti apa. Karena Dion merengek mau pulang sebentar untuk ambil mainan. Sekarang lihat hasilnya dari keteledoran Ibu. Anak-anak melihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD