Belengguh Sunyi

1483 Words

Senyum ramah Sebastian Quinn terasa seperti sebuah kode rahasia yang hanya dia dan Hazel yang paham. Ethan, yang berdiri di antara mereka dengan ekspresi puas, masih sama sekali buta. "Sebenarnya, Ethan," ucap Hazel, memecahkan keheningan dengan suara yang lebih stabil dari yang dia kira. "Tuan Quinn dan aku sudah sempat bertukar sapa tadi di ballroom." Sebastian mengangguk, mengonfirmasi. "Benar. Saya sempat menawarkan untuk berbincang lebih lanjut, tapi Nona Hazel tampaknya punya prioritas lain." Ucapannya halus, tanpa nada menyalahkan. Ethan tertawa, suaranya yang merdu mengisi ruangan. "Ah, jadi kau sudah mendahuluiku, Sebastian! Aku pikir aku yang akan memberimu kejutan bagus." Dia menggeleng, berpaling ke Hazel dengan mata berbinar. "Kau tahu, Sebastian ini temanku sejak kami sama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD