Semu

1055 Words

Diego mendekatkan wajahnya. Nafasnya yang hangat bercampur whiskey sudah terasa di kulit Hazel. Bibirnya, yang tegas dan seringkali keras, kini hanya berjarak sehelai rambut dari miliknya. Dunia di sekitar Hazel menyempit menjadi hanya lorong yang sunyi, dinding dingin di punggungnya, dan pria yang mata hijau tuanya membara dengan intensitas yang membuatnya sulit bernapas. Ada sebuah tarikan magnetis yang mematikan di antara mereka, sebuah tarikan yang terbuat dari kebencian, hasrat, dan ketergantungan yang paling dalam. Hazel menahan napas. Dia tidak mundur. Dia juga tidak maju. Dia hanya terjebak, jantung berdebar kencang di telinganya, menunggu. Dan di detik yang mustahil itu, sebelum ruang hampa itu pecah, suara lain memotong tajam seperti pisau. "Sayang... ternyata kamu di sini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD