Diego menghentikan Maybach Phantom-nya yang hitam legam tepat di depan teras utama penthouse, dengan gaya khasnya—roda depan sedikit menyerong, seolah mobil itu baru saja menyelesaikan tugas penting dan harus siap kapan pun untuk berangkat lagi. Mesin yang sunyi meredup, namun ketegangan di dalam kabin tak ikut padam. Dia duduk sebentar di balik kemudi, tangan masih mencengkeram stir kulit dengan kencang. Cahaya lampu taman menyorot profilnya yang tegas, menciptakan bayangan tajam di jendela kaca gelap. Bukan pekerjaan, bukan rapat dengan orang tuanya, yang membuat pikirannya tak tenang. Gambaran Hazel—dengan mata hijau cerah keabu-abuannya berkaca-kaca namun bertekad baja, dengan tubuhnya yang mulai hafal dengan sentuhannya—muncul tanpa diundang. Begitu pula gambaran Cassandra, yang p

