Kamarku Adalah Kamarmu!

1183 Words

Pengelola apartemen berdiri dengan tangan di pinggang, wajahnya masam seperti sudah menahan kekesalan bertahun-tahun. “Aku sudah muak, Nona Quinn,” katanya lantang, tanpa memperdulikan Hazel yang baru saja gemetar karena insiden dengan Rami. “Kamu selalu telat bayar. Kalau pria ini—” ia menunjuk Diego, “—mengajakmu pergi, ya pergilah. Mungkin dia kekasihmu? Bagus. Aku lebih suka unitmu kosong daripada dipakai orang yang tidak bisa bayar tepat waktu.” Wajah Hazel memerah — bukan marah, tapi dipermalukan sampai ke tulang. Diego tersenyum kecil. Senyum berbahaya itu. Senyum seorang predator yang akhirnya mendapatkan pintu masuk legal ke hidup mangsanya. “Terima kasih,” ucap Diego santai, seolah pengelola itu baru saja membungkus Hazel dengan pita dan memberikannya padanya. “Kami memang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD